Kamis, 19 Juli 2012

emang cewek nembak cowok duluan salah??


Makhluk yang punya rasa gengsi tinggi itu adalah cewek. misalnya cewek itu suka sama cowok incerannya dan udah lama deket kenapa ga langsung tembak duluan aja?? udahlah jangan booingin diri sendiri, kalo emang suka langsung tembak aja!! toh sekarang jaman nya emansipasi wanita. inget bagi para cewek jangan jadi orang yang munafik dari luar keliatan diem, cuek, sok ga merhatiin padahal dalam hati suka atau sayang. entar bisa-bisa cowok inceran mu malah keambil orang.. hehehe

yang terpenting buat cewek buang jauh-jauh pikiran kalo cewek nembak cowok duluan disebut cewek murahan. toh kalo kita terus mikir kaya gitu kita gak akan maju-maju. dan cowok juga punya penilaiannya sendiri. bisa aja cowok inceran mu bisa ngasih kamu penghargaan karena kamu udah berani ngungkapin perasaannya, apalagi kalo si cowok punya rasa yang sama ke kamu.
Ingat!! yang terpenting pendekatan adalah hal yang paling utama apabila ingin membangun suatu hubungan.

Jadi, positif thinking lah dalam mencapai sesuatu yang kalian inginkan..

Minggu, 24 Juni 2012

Tentang masakan : resep membuat brownis

Bahan :
200 gr mentega
150 gr gula pasir1/2 sdt vanilla esence
2 butir telur suhu ruangan
75 gr cocoa powder aka coklat bubuk
125 gr tepung terigu ayak
100 gr almond cincang

Proses :
1. Lelehkan mentega, gula pasir, dan vanila dengan api kecil, sampai hangat kuku
2. Tuang ke dalam wadah sedang, tambahkan telur 1 per 1 sambil di aduk
3. Masukan cocoa powder, aduk rata
4. Masukan tepung terigu dan kacang, aduk rata
5 Tuang ke dalam loyang brownies yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung terigu
6. Panggang kurang lebih 25 menit pada suhu 325 F
7. Tusuk dengan lidi. Apabila masih ada yang menempel pada lidi, panggang 5 menit lagi, dan seterusnya
8. Angkat, potong pada saat dingin

 

Rabu, 09 Mei 2012

Perkembangan Psikologis Remaja

1. Siapa Remaja itu?
Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.

2. Ciri-ciri atau Karakteristik Psikologi Remaja

 a. Perkembangan Fisik Psikologi Remaja

 Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada remaja awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada remaja akhir,proporsi tubuhmencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya (Syamsu Yusuf :2005). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :

1) Ciri-ciri Seks Primer
Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Psikologi remaja
2) Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.
b. Perkembangan Kognitif Psikologi Remaja
Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional, perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) remaja dapat digambarkan sebagai berikut
a. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak
b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah
c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak
d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
e. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja
f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan identitas (jati diri)

c. Perkembangan Emosi Psikologi Remaja

Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnyaterhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya : psikologi remaja
1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi remaja menjadi :
1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lain-lainnya
2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak
d. Perkembangan Moral Psikologi Remaja
Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain). psikologi remaja
e. Perkembangan Sosial Psikologi Remaja
Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Perkembangan sikap yang cukup rawan pada remaja adalah sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.
f. Perkembangan Kepribadian Psikologi Remaja
Psikologi remaja. Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja (psikologi remaja) adalah :
1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku dewasa pula
2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan cita-citanya
4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan jenis
5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju dewasa. Remaja akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan, mengembangkan, dan memelihara identitas diri
Tindakan antisipasi remaja akhir adalah:
1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya
2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya
g. Perkembangan Kesadaran Beragama
Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana perkembangan spiritual ini terjadi pada psikologi remaja? Sesuai dengan perkembangannya kemampuan kritis psikologi remaja hingga menyoroti nilai-nilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis kepincangan-kepincangan di masyarakat yang gaya hidupnya kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual remaja mengalami benturan-benturan dan ujian.

Watak orang pendiam vs Watak orang banyak bicara

     Pendiam itu identik dengan anti sosial, masa bodoh, cuek, acuh tak acuh,dan penyendiri dan sebaliknya orang yang banyak bicara mereka dalam hidupnya selalu dihiasi dengan obrolan-obrolan. dari mulai obrolan yang penting sampai yang gak penting pun mereka bahas demi kepuasan mereka sendiri.

kali ini about you.blog akan membahas tentang orang pendiam vs orang yang banyak bicara. langsung aja kita bahas check it out :

Ciri-ciri orang pendiam
  1. Betul-betul jarang bicara berbicara, baginya berbicara capek dan buang buang air liur, dan bicara hanya seperlunya saja
  2. orang pendiam lebih suka memakan masalahnya mentah mentah dan tak akan mau di ajak sharing.
  3. Suka menghindari masalah ,tidak suka memancing keributan dan terkadang lari dari masalah alias tidal bertanggung jawab. termasuk orang yang tabah namun kurang sabar.
  4. Kebanyak memiliki jiwa psikopat atau pembunuh berdarah dingin di dunia, tapi tidak semua. oleh karena itu jangan pernah remehkan orang pendiam.
  5. Orang pendiam itu kebanyakan pendendam. sekali anda melakukan kesalahan atau menyakiti hatinya seumur hidup akan diingat dan menunggu saat yg tepat untuk membalasnya. hati-hati
  6. kehidupanya tertutup atau introvert
  7. Suka berbicara dengan dirinya sendiri. orang pendiam merasa dirinya memiliki dua roh dalam satu raga. bukan berarti sakit jiwa. karena otak meraka berpikir tanpa henti
  8. sifatnya sulit di tebak
  9. tidak suka keramaian seperti konser band dan lain lain. lebih suka berdiam dirumah dan menyendiri
  10. orang pendiam biasanya jarang marah tapi sekali dia marah emosinya bisa melebihi orang orang yang lainnya.

dan sekarang orang yang banyak bicara :
  1. memiliki kepribadian ekstrovert atau terbuka
  2. Tipe orang yang tidak bisa menyimpan rahasia alias ember.
  3. Termasuk orang yang diplomatis ( pandai membujuk).
  4. tipikal orang yang senang bercanda, aktif, dan kreatif
  5. lebih mudah mengeluarkan curahan hati dan orang yang mudah percaya pada oranglain
  6. kebanyakan memililki teman yang banyak dan setia
  7. orang banyak bicara sebenarnya pengecut yang bisa menutupi kekurangan nya dengan banyak bicara dan omong kosong demi membela harga dirinya.
  8. apabila memiliki masalah cenderung sering sharing dengan teman temannya. sulit untuk menyelesaikan nya sendiri
  9. Termasuk tipe pengamat yang baik. sering memperhatikan orang lain tidak peduli kenal atau tidak
  10. dan kebanyakan orang yang banyak bicara itu playboy atau playgirl. karena sering tebar pesona pada lawan jenisnya dengan rayuan-rayuan gombalnya.
  11. Tidak kuat apabila tidak bicara sehari saja. dan obrolan yang dibahas selalu membosankan.
itulah kira kira yangbisa saya sampaikan tentang kedua watak tadi. semoga bisa bermanfaat dan yang terpenting jadilah diri sendiri ( Be yourself )

Minggu, 29 April 2012

Ngapain Galau galauan ???

 
Galau bisa berarti resah, gelisah atau pikiran yang kacau karena sesuatu hal. Anak muda lebih sering terkena virus ini karena pertahanan jiwa mereka masih lemah. Jiwa yang labil dan belum matang dalam berfikir membuat mereka mudah galau. Ada beberapa penyebab utama galau yaitu:
1. Who Am I? anak muda masih sering mempertanyakan jati dirinya. Mereka masih mencari identitas diri. Siapa mereka sebenarnya dan mau jadi apa. Pertanyaan seperti itu sering menggelayuti jiwa dan pikiran mereka. Apalagi ditambah dengan “tekanan” dari orangtua, teman atau lingkungan yang mengatur untuk menjadi seperti ini atau seperti itu.
Anak muda ingin menjadi diri mereka sendiri. Hanya terkadang mereka belum menemukan “diri” yang dicari itu. Proses pencarian diri itu sering menjadi sumber kegalauan.
2. Ketika cinta datang menyapa. Suka dengan lawan jenis adalah fitrah manusia. Anak muda sering galau ketika rasa suka itu datang. Tak tahu apa yang harus dilakukan. Perlukah aspirasi isi hati itu disampaikan? atau cukup hanya tersimpan dalam angan.
Sebagian anak muda gagal mengelola rasa cinta yang seharusnya indah diterima. Mereka terkadang salah dalam membedakan cinta dengan nafsu. Cinta tidak selalu harus diwujudkan dengan berdua-duaan apalagi bermesraan. Segala sesuatu akan terasa indah pada waktunya.
3. Tidak percaya diri. Minder karena tidak yakin dengan diri sendiri membuat banyak anak muda ragu. Tak berani mengambil keputusan untuk berbuat sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Akhirnya mereka banyak yang ikut-ikutan teman dan lingkungan pergaulan. Padahal bisa jadi itu bertentangan dengan hati nurani.

So, ngapain kalian galau-galauan masih banyak hal-hal yang lebih penting yang bisa dikerjakaan.daripada ngegalau yang ga jelas mending isi kekosongan itu dengan melakukan aktivitas yang positif yang bikin hati & pikiran kita nyaman dan selalu tananamkan prinsip dalam kehidupan kalian sehari-hari.

Move On kawan No Galau !!